20 June 2006

pliss, jangan di pre-empt:(

***
tadi siang meeting bidang rohis group. semua berjalan lancar waktu mbahas agenda kajian bulanan, tapi jadi engga nyaman ketika ngomongin kajian tematik.
***
awalnya, kajian tematik di tentuin hari kamis. aku interupsi, ngasih tau kalo hari kamis udah ada jadwal kajian rutin di kantor. wahh, bapak-bapak itu langsung comment; itu udah ngga boleh lagi nantinya. karena semua kegiatan mulai sekarang harus dijadiin satu, atas nama rohis group. sebenernya aku juga udah hal itu dan rencananya waktu meeting besok kita memang mau sosialisasi kajian rutin kita itu. ternyata obrolan ngga nyampe situ doank.
***
ketika mereka nanya tema dan pembicara kajian rutin di kantor. ternyata ada yang alergi sama kata-kata akidah, siroh nabawiyah dan fikih yang aku sebutin sebagai materi kajian. yang bikin sakit hati, ada yang bilang; kita jangan ngomongin halah haram dulu deh, yang penting kita narik orang sebanyak-banyaknya untuk ikut kajian. deg!! jadi, ngga apa-apa gitu minum wine asal ikut pelatihan-pelatihan kaya ESQ?? bapak itu ngeyel materi kajian tematik adalah pelatihan kaya ESQ dan sejenisnya.
***
sedih. mbayangin kajian rutin kantor bakalan di pre-empt (istilah untuk program yang udah ngga ditayangin lagi). kajian yang dulu nafasnya senin kemis sekarang udah bisa rutin, tiap minggu ada. peserta juga udah mulai nambah. dari yang dulu cuma pengurus doank, sekarang ada non pengurus yang datang rutin kajian. sama ustadz-ustadz yang ngisi juga udah kenal.
***
doain ya, kajian rutin kantor ngga di pre-empt. hiks...

2 comments:

FITRA JAYA SALEH said...

Assalamualaikum.

Wah ternyata, hebat ukhti Erna, karena masih tetap setia mengurusi kajian..Yah seperti inilah seharusnya seorang kader. Ana pernah mendengar bahwa sebanrnya salah satu ukuran produktivitas seorang kader dakwah itu adalah "Seberapa besar pengaruh penyebaran opininya terhadap masyarakat disekelilingnya, atau berapa kental warna yang bisa diberikannya, atau berapa luas lingkaran pengaruh yang bisa diciptakannya dalam komunitasnya.." Dalam kasus Ukhti Erna ini, Menurut ana bahwa pertama-tama kita memahami masih banyak orang islam yang masih sangat Fobi dengan Islam, dengan disadari atau lebih banyak lagi yang tidak menyadari ke fobian mereka. Misalnya, ketika ada akhwat pakai jilbab besar tahun 90an awal, pasti akan dianggap "Aneh", begitu pula sekarang akhwat pakai cadar, atau lain sebagainya. Namun untungnya kita adalah, kita pernah belajar tentang Fiqh Dakwah, tentang cara dan metode dakwah yang berbeda-beda dalam kondisi yang bermacam-macam, tanpa harus meninggalkan pokok-pokok dari dakwah. Saya juga tuh Ukh menemui orang yang mengatakan hal-hal (Ajaran Islam) sebagai sesuatu yang aneh, yah itu tergantung pinter-pinternya kitalah memodifikasi dakwah sedemikian rupa sehingga terlihat menarik...:) Nda pakai bahasa-bahasa berat seperti Fiqh, Aqidah, Muamalah nda jadi masalah Insya Allah, Sepanjang substansinya tersampaikan dengan baik, kemudian bisa teraplikasikan lewat sikap dan pemikiran objek dakwah..wah itu hebat ukh.., baru kemudian setelah mereka menyenangi dakwah ini, dan memahami maksud (substansi) ajarannya baru kita memberikan muatan dakwah yang lebih berat lagi..:)

Kalau Imam Syahid Hasan Al-Bana menyapaikan tahapan dalam "mendakwahi" orang, pertama dimulai dengan Tabligh (Merubah dari belum tahu menjadi tahu dan mengerti), kemudian Takwin (Pembentukan pribadi Yang (sesuai nilai-nilai)Islami), kemudian baru aplikasinya (Mengeksekusi pemahaman Islamnya dalam keadaan sehari-hari..)Tahapan ini satu persatu bertahap akan lebih baik hasilnya insya Allah.. Kalau orang-orang dikantor-kantor kita masih sangat awam, kita pakai saja metode tabligh seperti biasa dengan modifikasi bahasa yang dipakai dalam penyampaian...:)

Ini tantangn bagi anti nih ukh,.. tapi yang namanya ukhti Erna hmm..sudah teruji dan terbukti.:) Semoga bisa memberikan banyak warna ukh di lingkungan kerjanya, doakan juga ana dan teman-teman yang lain, Insya Allah.

Billahitaufiq,

Tulabi.
Assalamualaikum.

eR-na said...

puji syukurku padaMu ya Rabb...
kajian ngga jadi di pre-empt:D
yippppieeee.....:DD