30 June 2006

cemburu:D

***
kecemburuan adalah riak-riak narsisme yang, seperti riak, selalu ada pada setiap laut. setiap jiwa punya jatah cemburu. selalu ada. selalu begitu. ia lahir dari respon jiwa terhadap perlakuan orang lain kepada kita. dan riak ini bisa menggelombang. cemburu tetap saja akan selalu ada. maka selalu harus ada toleransi untuk itu. sebab untuk sebagiannya ia menandai riak cinta dalam jiwa. dan riak saja tidak akan menenggelamkan kapal. bahkan gelombang pun tidak selalu. teduh tidak berarti tidak ada riak. bahkan mungkin diperlukan sebagai hiasan laut (Anis Matta dalam serial cinta di Tarbawi).
***
aku pernah cemburu ga ya? pernah lah. gini-gini juga masih normal kok. cemburunya sih biasanya sama temen. meminta perlakuan yang sama. sakit hati juga sih kalo lagi cemburu (kok jadi curhat gini ya?:D). tapi, alhamdulillahnya... aku punya karakter silent is (not always) gold. halah! maksudnya, kalo lagi cemburu ya diem aja. ga sah ngomong. bikin perkara aja kalo ngomong. cara nyembuhinnya sih gampang. berdialog dengan hati (taelah... bahasanya).
***
aku suka bertanya balik (ke diri sendiri tentunya), kenapa aku musti cemburu? kenapa aku musti meminta perlakuan yang sama? trus, emang aku ini siapanya dia, kok musti cemburu segala? nah, selese persoalan cemburu. aku kan bukan siapa-siapanya dia. ngapain juga mesti cemburu? setelah itu, selanjutnya tinggal pernyataan (ego); emang lu siapa gue? kok sampe mau bikin gue cemburu? whuahaha... (untung dialognya dengan hati).
***
yaahh... begitulah aku mengatasi cemburu. cenderung menganggap semuanya biasa aja. hingga akhirnya, aku ngga pernah lagi cemburu. bagus kan? tapi ternyata, selesenya urusan cemburu ini membawa efek samping. berdasarkan pengakuan orang-orang (yang lumayan) dekat, sekarang aku jadi miss rangga (bukan cinta) alias miss ra nggagas. hehehe...

3 comments:

kodokijo said...

beruntung kita masih bisa cemburu, salah satu pembeda antara manusia dan batu :)

Santi said...

aku juga pernah cemburu sama teman yg udah kenal sejak lama. Aku mengganggapnya teman yang dekat, tp ternyata dia gak. Dia selalu sibuk dengan teman2 barunya. Tapi yach...ternyata, berharap selain kpd Allah hanya membuahkan kekecewaan.

Anonymous said...

very....very...normal....